Wednesday, October 12, 2016

Dibalik Drama Roseola dan Liburan Ceria

38 comments

Tak ada Emak yang tak panik ketika si kecil demam. Apapun yang tengah dihadapi oleh Emak, sebisa mungkin didelegasikan, bahkan di-cancel hanya untuk membersamai si kecil yang tengah demam. Meng-observasi perkembangannya, melakukan pertolongan pertama agar demam si kecil tidak semakin tinggi, memberikan ketenangan agar si kecil bisa istirahat.

Pun aku, pertengahan September bulan lalu seharusnya aku mengurus skripsi yang hanya tinggal bimbingan tahap akhir. Segala alat tempur sudah siap untuk mendaftarkan ujian, termasuk jadwal mengajak si K jalan-jalan ke Taman Bendosari dan pulang kampung ke Bojonegoro selepas bimbingan skripsi. Aku pun sudah meminta Abah K mengosongkan jadwal hari Senin untuk mengantarkan ke kampus. Tetapi sungguh, manusia yang merencanakan dengan sedetail mungkin, Tuhan pula lah yang menentukan. Aku menggagalkan semua urusan ketika Minggu pagi si K suhu badannya menghangat, tengah malam suhu badan si K semakin meningkat, nyaris mencapai 39 derajat celcius.

Wajah si K yang dihiasi bintik-bintik merah muda :'(

Pertolongan Pertama pada Demam

Di Eropa, umum terjadi fobia demam pada orang tua atau pengasuh anak. Jangankan di eropa, aku pun mengalami  tanda-tanda fobia meski tak begitu parah. Persendianku lemas jika menyadari suhu badan si K agak panas. Lalu, seperti apakah keadaan anak bisa dikatakan sebagai demam?

Definisi demam bervariasi, tetapi banyak yang mendefinisikan demam sebagai temperatur  sama atau lebih dari 38 derajat celcius. (Saripediatri vol 12, No. 6 April 2011)

Pantas, saat aku membawa si K ke bidan dua bulan yang lalu, bidan tidak memberi obat apapun karena suhu badan si K masih bisa ditolerir, 37 derajad celcius. Bidan hanya menganjurkan untuk disusui sesering mungkin. Menggendong sesering yang anak inginkan. Yap, ASI adalah obat terbaik bagi anak, dan menggenong dengan jarik adalah salah satu cara untuk memberikan rasa aman pada anak, sehingga anak bisa istirahat dengan tenang.

Setidaknya beberapa  tindakan dilakukan sebagai pertolongan pertama ketika si K demam sebagaimana yang kudapatkan dari literatur dan anjuran dokter.

  1.  Menempatkan si K pada ruangan bersuhu normal. Sebisa mungkin aku menghindari ruangan yang banyak angin karena suhu Salatiga cenderung dingin.
  2.  Memakaikan pakaian yang tidak tebal. Aku biasanya memakaikan  baju lengan panjang, tetapi menghindari penggunakan jaket tebal, karena suhu di Salatiga dingin. 
  3. Memberikan minuman yang banyak agar tidak dehidrasi. Karena si K masih ASI, aku pun sesering mungkin menawarkan ASI pada si K. 
  4. Kompres. Dasarnya tinggal di desa, aku memilih untuk menggunakan daun dadap yang diremas-remas dan dicelupkan di air hangat untuk mengompres ubun-ubun si K. Menggantinya setiap daun terlihat kering. Cara ini membuat tidur si K menjadi lebih relax.

Malam kedua, demam si K semakin tinggi. Mencapai 38,5 derajat celcius yang diiringi tangisan yang merengek. Duh, Nang, lutut Ibu semakin lemas. Abah K dan Mamak, neneknya si K, secara bergantian menggendong si K yang rewel karena Emaknya terlihat shock. Baru kali ini si K demam tinggi dan merengek. Karena demam si K mencapai 38,5 derajad celcius, akhirnya kami memutuskan untuk memberikan paracetamol  droops kepada si K.

Nah, jadi siapkan selalu termometer digital dan paracetamol agar kita dapat melakukan pertolongan demam dengan tepat. IDAI lebih merekomendasikan penggunaan termometer digital untuk di rumah, karena memiliki akurasi pengukuran yang tinggi, waktu pengukuran yang singkat, dan tentu saja murah. Hehehe, aku beli termometer digital hanya Rp.37.500,00. Sampai Hafal, deh, harganya. :p

Malam kedua kami lalui dengan harap-harap cemas. Hari ketiga demam, si K mulai tenang meskipun termometer  masih menunjukkan angka 37 plus. Si K mulai ceria, makan dengan lahap. Malam ketiga si K sudah tidur nyenyak.

Shubuh, aku menghirup nafas lega ketika menyadari panas si K mulai turun, tidak sepanas dua hari yang lalu. Angka di termometer menunjukkan 36,6 derajat celcius. Tetapi, saat mengajak si K jalan-jalan pagi, aku dikejutkan dengan munculnya bintik-bintik merah muda di wajah si K.

Doeng!

Aku pun bertanya kepada saudara yang lebih berpengalaman. Rata-rata menyangka si K terkena gabaken. Duh, bukannya gabaken itu gatal, ya? si K kan tidak garuk-garuk. Sms mbak Ipar yang menanyakan apakah kami akan pulang kampung kujawab dengan nada pesimistis. Abah K yang kusarankan untukpulang kampung tanpa kami pun hanya menggelengkan kepala, mana tega ninggal si K yang lagi sakit, katanya. Buyar sudah bayangan akan pulang kampung. Skripsi buyar, apakah liburan juga akan buyar?

Roseola, Nama Cantik yang Bikin Panik

Demam hilang, muncul bintik-bintik. Duh, gini banget rasanya jadi Ibu, ya. Aku mencari informasi dari manapun. Googling malah kesasar ke informasi yang bikin hati kebat-kebit, dari gejala DB, campak jerman, dll.  Akhirnya aku pun bertanya kepada seorang saudara nan jauh di Batam yang anaknya pernah terkena campak, cacar air dan demam berdarah. Hasilnya? Nope, gejalanya tidak sama.

Gerah mendapati Emak yang terlihat bingung dan panik, Abah K pun memutuskan untuk memeriksakan si K ke IGD. Dokter terlihat tenang saat memeriksa si K.

“Sudah nggak demam, ini mah roseola, Dek. Muncul bintik artinya sudah sembuh.” ujarnya, santai.

Eh, wait,’Dek’? Mhuahaha, Emak K syeneng dongs dipanggil Dek sama bu Dokter. Eike masih keihatan muda kan yak. :p Singkat cerita, tidak ada obat tambahan untuk si K. Bintik-bintik akan hilang dengan sendirinya dua atau tiga hari ke depan. Bu Dokter menganjurkan untuk tetap memantau suhu si K dan mencatat perkembangannya. Kenapa? Sebab riwayat demam sangat penting dalam menentukan diagnosa suatu penyakit.



Roseola disebabkan oleh virus herpes manusia tipe 6 dan 7. Biasa menyerang bayi usia 6 bulan sampai 2 tahun yang sebelumnya dalam kondisi baik.Roseola sendiri memiliki tanda-tanda spesifik yang membedakan dengan campak jerman, cacar air, campak maupun DBD, yakni: bintik merah muda ini keluar setelah demam turun. Bintik merah muda muncul pertama kali biasanya di leher dan dada, seringkali menyebar ke seluruh tubuh. Berbeda dengan DB, bintik pada roseola akan memutih ketika ditekan ke samping. Tenang, bintik ini tidak gatal.

Makanya, aku bingung, dengan bintik-bintik segini banyak kok si K nggak garuk-garuk sama sekali? Saking panik dan males-nya mencari sumber informasi, sebelum ke dokter IGD, aku membaluri tubuh si K dengan salep gatal dan tidak memandikan si K. Wkakakakak. Bau dong, Cyin. Setelah mendapat kepastian dari dokter IGD bahwa tidak ada pantangan mandi untuk bayi yang sakit roseola, si K kumandiin biar wangi lagi. :p

Libur Telah Tiba!

Libur telah tiba, hore hore, hatiku gembiraaaaa.

Emak K norak! :D

Biarin, dong. Bagiku, menghadapi si K yang sakit derajad stressnya jauuuuhhhh lebih tinggi daripada derajad stress lantaran wisuda harus tertunda lagi. Wkakakak. Ah, kalian yang Emak-emak pasti setuju, nggak usah ngetawain dakuh. :p

Aku langsung beres-beres, nyuci segala macam pakaian kotor setelah Abah K mengabarkan jika kita akan pulang kampung. Setelah urusan cuci-mencuci beres, aku menyiapkan segala perlengkapan kami agar liburan nanti berlangsung cerah ceria seperti senyum si K yang melelehkan hati Emaknya. :D

Persiapan agar liburan ceria setelah roseola menyapa tentu saja harus diperhatikan benar-benar karena si K masih dalam proses penyembuhan. Apa saja yang harus diperhatikan agar liburan ceria bisa dinikmati bersama keluarga meski anak masih piyik?

Pastikan kondisi anak sehat dan memungkinkan untuk bepergian

Poin yang paling penting dari segala poin sebelum bepergan adalah memastikan kondisi anak, apakah anak sudah sehat dan memungkinkan untuk diajak bepergian. Jangan sampai rewel-nya anak membuat perjalanan menjadi kacau-balau karena kita abai memperhatikan kondisi anak.

Saat Abah K menawarkan untuk pulang kampung, aku segera mengecek kondisi si K, apakah suhu badannya sudah stabil? Apakah bintik-bintik karena roseolanya sudah hilang? Apakah si K diare? Setelah memastikan jika semuanya baik dan terkontrol, kami memutuskan untuk pulang kampung.

Perhatikan perkiraan cuaca, jangan memaksa jika cuaca tidak memungkinkan

Saat pulang kampung pertengahan September kemaren, baik di Salatiga maupun di Bojonegoro sedang musim hujan. Kami pun mengira-ngira kapan berangkat ke Bojonegoro,kapan pulang ke Salatiga agar tidak bertemu hujan pada saat perjalanan. Dengan memanfaatkan prakiraan cuaca dari BMKG yang mengabarkan jika diperkiraan hujan turun pada sore hari, kami memutuskan untuk berangkat ke Bojonegoro dan pulang ke Salatiga pada pagi hari.
Perkiraan cuaca ini juga penting untuk menyiapkan perlengkapan si kecil. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah memiliki sistem imun yang lengkap dan kuat, imun si kecil masih lemah dan membutuhkan perlindungan tambahan. Siapkan selimut jika perkiraan cuaca dingin, ac mobil harus dicek jika perkiraan cuaca panas.
Dalam menentukan lokasi liburan ceria pun hendaknya kita juga memperhatikan cuaca. Jangan main ke air terjun saat hujan sedang berlangsung sepanjang hari. Jangan main ke pantai saat gelombang sedang pasang-pasangnya. Pilih tempat wisata yang memungkinkan anak liburan dengan ceria dan aman.

Si K mainan pasir, Kahyangan Api, Si K mainan Kerikil, Waduk Rowo Glandang

Persiapkan keperluan anak dengan rinci, untuk si K, selain baju dan perlengkapan mandi, aku menyiapkan:


1.       Termometer Digital

Termometer menjadi barang yang wajib dibawa ketika melakukan perjalanan panjang karena pengukuran suhu dengan menggunakan punggung tangan tidak efektif.

2.       Paracetamol

Untuk berjaga-jaga atas kondisi tak terduga aku juga menyiapkan paracetamol sebagai senjata pertolongan pertama pada demam. Anak kecil sangat rawan terkena demam. Jangan sampai mengalami anak kejang karena suhu terlampau tinggi dan terlambat memberi paracetamol karena tidak memasukkan paracetamol dalam perlengkapan liburan seperti yang dialami oleh seorang sahabat, sehingga anaknya harus dirujuk ke UGD.

3.       Mainan si K, aku menyediakan 3 mainan kesukaan si K untuk dibawa liburan.

4.      Makanan Pendamping ASI, aku menyediakan buah-buahan di dalam wadah tertutup untuk makanan selama di perjalanan.

Minimalisir barang bawaan, jika tidak memungkinkan jangan memaksakan diri membawa oleh-oleh

Abahnya si K sangat jarang merepotkan diri untuk membawa oleh-oleh. Bagi Abah K, perjalanan liburan jauh lebih menyenangkan jika barang bawaan sedikit mungkin. Kamil ebih memilih untuk memaketkan makanan atau oleh-oleh khas Salatiga daripada harus merepotkan diri membawa oleh-oleh. Seringkali setelah menikmati liburan ceria, kami sengaja ke pasar membeli seuatu untuk keluarga dan tetangga. Mhuahahaha, buka kartuuu!

Karena si K masih menyusui, Emak wajib makan makanan bergizi dan hepi

Bagi ibu menyusui, wajib  ‘ain menjaga kesehatan dan asupan gizi meski sedang liburan sekalipuan. Jika seenak jidat mengabaikan kesehatan dan asupan gizi, namanya EMAK DZOLIM. Heuheuuu, cem mana liburan kok malah berakhir tepar? Emak mah kudu bin wajib setrooong. Makanya, selama perjalanan pulang kampung sekaligus liburan ceria, aku tetap makan buah, coklat, sayur yang banyak agar asupan ASI si K tetap maksimal dan liburan benar-benar ceria. Eaaak.
Istirahat rutin. Jika perjalanan tergolong lama, biarkan anak merenggangkan sendinya

Mungkin kami tergolong orang tua yang selowww, selama 6 jam perjalanan Salatiga-Bojonegoro, terhitung tiga kali kami istirahat di jalan sekalian mencicipi aneka kuliner dan menikmati pemandangan di sepanjang jalan utama. Kami sengaja memilih warung makan lesehan agar si K bisa ndlosoran dan bermain dengan ceria. Cara ini efektif untuk mengkondisikanagar si K tidur sepanjang perjalanan. Hahahaha, entah nanti jika si K sudah besar.

Jadikan Liburan Ceria untuk Merangsang Perkembangan Anak

Meski sedang liburan, learn is a must! Sangat sayang untuk melewatkan 1000 HPK si Kecil meski tenga liburan. Si Kecil bisa belajar tentangapapun selama liburan. Si K, selama liburan di kampung sengaja kubebaskan untuk mengeksplor apapun yang ada di sekitarnya. Dari butiran pasir, kerikil hingga tetesan air hujan. Dari beragam binatang ternak hingga teman-teman baru yang dijumpainya.

Meski awalnya si K bengong dengan teman-teman barunya, tetapi lambat laun si K bisa tertawa membaur dengan teman-temannya. Pun dengan butiran pasir dan kerikil, merekalah yang menjadi cherleader bagi si K untuk belajar merangkak dan duduk. Sebab, untuk menikmati butiran pasir si K harus merangkak ketepian karpet, untukbermain dengan kerikil di halaman, si K harus bisa duduk tegak.

Suasana liburan yang ceria, emaknya pun ceria karena tidak memikirkan segambreng gawean rumah sehingga terbawa hepi saat menemani si K bermain. Hal ini membuat si K enjoy untuk mengeksplor kemampuannya. Dan, yiha! Selepas liburan si K sudah bisa merangkak kesana kemari dan duduk tanpa harus dipegangi. Emak mana yang tidak senang jika perkembangan anaknya melaju cepat selepas demam akibat virus roseola?

Tempra Paracetamol, Sahabat Anak Pilihan Emak

Tempra Paracetamol merupakan paracetamol anak yang sudah dipercaya lebih dari 50 tahun. Lama kan, ya, sejak jaman neneknya si K. So, tak heran jika tempra direkomendasikan secara turun menurun sebagai obat penurun demam pada anak. Tempra cepat menurunkan demam dengan bekerja langsung di pusat panas. Khawatir penggunaan paracetamol? Memang, dokter pun berbeda pendapat tentang penggunaan paracetamol ini. Tetapi, sepanjang pengetahuanku, jika suhu badan anak sudah mencapai 38,5 derajad celcius, dokter akan meresepkan paracetamol karena khawatir akan terjadi kejang demam.

Tempra Paracetamol memiliki tiga varian yang bisa dipilih sesuai dengan usia anak, yakni:
  1. Tempra Drops yang diperuntukkan bagi bayi di bawah usia 2 tahun.
  2. Tempra Syrup untuk anak 2-5 tahun.
  3. Tempra forte untuk anak usia 6 tahun ke atas

Disediakan safety dropper dalam Tempra Paracetamol Drops. Safety dropper merupakan pipet yang dilengkapi dengan tutup agar dropper terjaga kebersihannya. Sementara sendok takar yang biasanya tersedia dalam paracetamol syrup, dalam Tempra Paracetamol Syrup dan forte diganti dengan gelas takar yang dilengkapi dengan berbagai macam ukuran mililiter agar pemberian dosis tepat.

Selama penggunaan Tempra Paracetamol sesuai dengan dosis dan aturan penggunaan, insyaAllah, aman. Selain itu, Tempra merupakan paracetamol yang tidak menyebabkan iritasi pada lambung.  Lalu, bagaimana penggunaan dosis yang katanya diukur sesuai dengan berat badan anak? Cem mana ribetnya?

Tenang, Tempra Paracetamol telah menyediakan panduan agar emak-emak seperti kita yang awam ini bisa memberikan dosis dengan tepat. Cukup kunjungi website Tempra dan masukkan berat badan atau umur anak disana. Tempra menyarankan untuk menggunakan berat badan agar dosis lebih tepat. Jika Bunda, Yanda, Kakanda tidak memiliki akses internet yang memungkinkan untuk mengakses website, bisa menggunakan panduan yang telah tertulis dalam kemasan. Bunda, Yanda, Kakanda bisa melihat di video ini bagaimana caranya menentukan dosis Tempra untuk anak.

Tetapi, Bunda, Yanda, Kakanda HARUS berkonsultasi ke dokter jika menjumpai keadaan ini: Terlanjur memberikan dosis yang berlebih pada anak, karena dosis paracetamol yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan hati. Demam anak belum turun sampai 2 hari. Kejadian demam berulang naik-turun dalam dua minggu terakhir atau lebih.

Liburan selesai, saatnya kembali ke rumah dengan semangat yang lebih hire lagi.Bergabunglah dengan fanspage facebook Tempra One Thousand Smile agar Bunda, Yanda dan kakanda terus mendapatkan informasi sekitar si Kecil dan dunianya. See ya next trip!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Taisho

Referensi:
Lubis, Inke Nadia Diniati. 2011. Penanganan Demam pada Anak. Sari Pediatri (Online Journal)
Kania, Nia. 2007. Penata Laksanaan Demam pada Anak. (Publikasi acara Kejang Pada Anak, Bandung)
Murtagh, John. Patient Information Roseola Infantum. (Online Journal)
BC Centre for Disease Control2009.A Quick Guide to Common Childhood Diseases. (Online Journal)
Www.Taisho.co.id
Www.temprarelief.ca



Read More...

Friday, October 07, 2016

Jombloku: Menjadikan Aktivitas Menulis sebagai Sumber Penghasilan, Why Not?

3 comments
Rasa-rasanya, tangan gatel jika sehariii saja tidak ngeciwiss di media sosial. Update facebook kelar, ganti ngetwit. Ngetwit baru beberapa menit yang lalu, ganti upload foto di Instagram. Lagi badmud, ganti nyampah di BBM dan curhat di grup Gank WA. Mhuahahah, elu doang kali, Dut. :p Ah, syudahlah, kan emang begitu faktanya. 

Aktivitas di atas boleh-boleh aja, kok. Yang sebaiknya dihindari itu menulis apapun yang dialami, apapun yang dirasakan, bahkan hal yang seharusnya diprivasi di media sosial. Selain buang-buang energi, seringkali membuat follower jengah dan memutuskan untuk menyembunyikan berita karena bikin mata dan hati jadi sepet. Syukur-syukur nggak di-remove dan di-blocked. Heuheuuu.

Lain ladang, lain belalang. Lain WiDut lain pula mbak Khusnul Khotimah. Jika Widut sukanya nulis nyampah yang bikin mata sepet karena curhat meluluh, mbak yang akrab dipanggil mbak InuEl, lhoh, ini E-nya sampai ku-capslock biar nggak ketukar dengan mbak Inul yang jago ngebor itu, sebab mbak InuEl ini jago ngebor ide menjadi tulisan yang bernilai dollar. Eaaaa.Matanya jadi pada ijo, kan kan? :p

Mbak InuEl adalah satu dari sejuta full time mom at home yang tetap bisa meraup dollar meski di rumah ngurus si ganteng yang lagi pinter-pinternya. Pemilik rumah jombloku.com ini, selain menjadikan blog sebagai sumber penghasilan melalui partnership juga menulis artikel permintaan klien.Aish, blog eikeh ajah adsense-nya dibanned, nulis blog belum ada yang ngelirik, nulis status sepanjang kereta juga nggak ada yang beli, dan mbak ini... Huhuhu, bikin ngiri. Eike pun tancap gas nyapa-nyapa via wapri. Nyapa-nyapa yang ada maunya. 

Welcome Note di Blog mbak InuEl, absolutely a humble mom!


Perbaiki Cara Menulis 

Langkah pertama yang kutangkap dari wawancara berkedok curhat dengan mbak InuEl sebelum berniat untuk 'menjual' artikel adalah perbaiki dulu cara menulisnya. Mana yang harus pakai huruf kapital, mana yang harus ditulis sambung atau terpisah, bagaimana menulis sesuai kaidah EYD, de el el, de el el, khas pelajaran bahasa Indonesia yang sudah diajarkan sejak usia 6 tahun. Sekarang sudah 24 tahun, sekolah selama 18 tahun, kok nulisnya masih acakadul, elu kemana, Dut? Tidur. Huks, ampun bu Guru, habis pelajaran Bahasa Indonesia mostly bikin ngantuk, sih.
Bukan apa-apa saudara, menulis adalah ketrampilan untuk menyampaikan pesan ke khayalak umum. K4l4u NuL1sny4 4jjaach M4c3m B39ind4ng, apa nggak mabok tuh yang membaca? Boro-boro baca, baru melihat saja langsung skip, pencet close! So, nggak ada ilmu yang sia-sia, kan, ya?  Tenang, cukup bagaimana agar tulisan sedap dibaca saja, kok. Nggak perlu EYD ketat seperti saat UAS yang ampun-ampunan bikin puyeng, salah satu huruf saja langsung dicoret merah, eh, sekarang sudah ganti jadi EBI, ya?
Ssst, mbak InuEl membuka rahasia kenapa beliau tidak lagi 'membeli' artikel dan hanya menjual saja, sebab, beliau cuapekkkk mengedit artikel yang tidak memenuhi standar JBA-Jual Beli Artikel-. Hmm, so?

Bangun Networking

Gimana mau jual artikel jika ngak punya jaringan pembeli? Gimana mau monitize blog jika babar blas nggak paham pegimana caranya? Yal, sepenting itulah membangun network. Banyak jalan menuju roma, banyak jalan menndapatkan jdooh seperti mbak InuEl yang ketemu jodoh lantaran blog, eh, banyak cara untuk membangun network.
Apa saja itu? Ikuti berbagai komunitas blogger yang tersebar di seantero negri.Selain menambah ilmu terkait dunia perbloggingan, bergabung dengan komunitas blogger juga menambah jejaring silaturahim yang artinya menambah jalan rejeki, mhuahahah. Dari komunitas blogger tersebut biasanya tersedia berbagai informasi tentang pekerjaan blogger dan penulis.
Untuk pemula, mbak InuEl menyarankan agar memulai dengan jual artikel di forum-forum marketing seperti ads(dot)id. Jika sudah dikenal sebagai penulis artikel, rejeki akan mengalir dengan sendirinya seperti mbak InuEl ini. Cuma masang penawaran di website jualbeliartikel.com, si Mbak ini kebanjiran order euy... 

Sudah? Hanya dua tips itu?
Yes, tetapi melakukannya butuh keistiqomahan dan tahan banting tingkat tinggi, Dear... Bayangkan saja, untuk menulis sesuai EYD saja aku harus rela dijuluki sebagai guru Bahasa Indonesia lantaran gaya chatting-ku bagi sebagian orang terlalu kaku seperti saatpelajaran bahasa Indonesia. Hiks. Lha piye, aku pernah ditegur bu Guru karena saat menulis cerpen terbawa cara menulis sms. 

Masih penasaran tentang mbak InuEl? Sila kunjungi personal blognya, ya. Add medsps-nya sekalian, deh. Orangnya very welcome, kok. :)



Read More...

Friday, September 30, 2016

Abaikan Saja

8 comments
Abaikan saja setiap nyinyiran yang menghias beranda. Barangkali mereka terlalu terlena pada kenikmatan, berpura lupa ingatan, tentang keragaman Penciptaan Tuhan; tak semua orang seberuntung dirinya.

Abaikan saja setiap ocehan yang bernada merendahkan. Barangkali orang-orang ini terlupa, jika setinggi apapun makhluk bernama manusia meraih impiannya, akan bersatu dengan tanah jua pada akhirnya.

Abaikan saja setiap makhluk yang dibekali keingintahuan bertanya 'kapan'. Barangkali ia khilaf. Hingga fitrah keingintahuan diletakkan pada tempat yang tak semestinya. Abaikan saja, sebab pertanyaan 'kapan' akan terus beranak-pinak. Jika perasaan terhanyut hanya karena pertanyaan 'kapan', dimanakah kita meletakkan sepetak kebahagiaan untuk diri?

Abaikan saja.
Sebab Robbuna yang akan menghitung setiap huruf dan kecap. Menagih pertanggung jawaban atas nikmat akal dan jasad, untuk apa?

Abaikan saja.
Tak usahlah menurukan hal yang sama.
Bagaimana rasanya, jika, pada jejak yang dicatat malaikat, huruf dan kecap kita nyatanya dipenuhi dengan salimg berbalas nyinyir dan menyakiti hati makhluk-Nya?
Read More...

Wednesday, September 28, 2016

Kisekii: IRT juga Butuh Me Time

5 comments


Kata orang, gawean Ibu Rumah Tangga nggak ada habisnya. Yak, memang begitu, sih, adanya. Apalagi yang mempunyai balita, jangankan gegoleran tidur siang barang 2 jam, lengah 5 menit saja anak sudah melesat nonton tv di rumah tetangga.

 Jika working mom lebih leluasa menentukan me time di sela-sela pekerjaan, Ibu Rumah Tangga masih dianggap tabu untuk meminta me time, apalagi full dedicated mom at home, tanpa bantuan asisten, tanpa bantuan orang tua atau mertua. Hanya berdua dengan suami, me time menjadi semacam es degan yang bisa mengalahkan panasnya tukang nyinyir. :p

Tetapi, percayalah, wahai para  Ayah. 1-2 jam kesempatan me time untuk Ibu dalam seminggu, akan sangat membantu mencairkan emosi yang menggumpal karena siang malam berkutat dengan ecel-precel rumah tangga dan anak. Setiap kali aku terlihat suntuk dan lelah, Abah K akan meninggalkan gaweannya, menutup laptop kesayangannya, melupakan deadline yang melambai-lambai. Hanya sekedar untuk mengajak Emak K keluar sepedaan sembari mencari soto di pojok selatan pasar kesukaan sang Emak. Karena si K belum bisa ditinggal lama-lama, we time keluar sudah menjadi obat yang sangat ampuh untuk mencairkan emosi emak K yang menggumpal.

Lalu, apakah me time itu berarti keluar jalan-jalan dan melupakan sang anak?
BIG NO!

Mana ada ibu yang setega itu, lha wong si K cuma diajak neneknya dolan ke rumah tetangga barang satu jam saja yang ada di pikiranku adalah: Apakah si K nangis saat ikut neneknya?
Trus apa, dong, Dut... Muter-muter nggak jelas aja dari tadi. Mhuahahah. Syabbarrr, Kakak. Eike mah me timenya cuku jajan soto di pojok selatan pasar, jajan coklat, jajan es degan, yang tentu saja semuanya harus dibayar Abah K. Hahaha. Itu sja? Nggak, kok, ada seabrek ide me time dari mbak Dwi Sari, sang wanita karir yang kini mendedikasikan diri sebagai Ibu Rumah Tangga setelah pindah ke kota dingin Malang demi ikut suami. Eaaa. So Sweet. Moga kerelaannya berkah ya, Mbak...

Blog mbak Ning

Me Time ala Kisekii

Meski sebelumnya hanya berada di rumah sekitar 7-8 jam, mbak Dwisari Ambar tidak merasa kaget saat harus menghabiskan 24/7 waktunya untuk di rumah. Perbedaan aktivitas yang sangat mencolok antara IRT penuh waktu dengan wanita karir tidak menjadikannya lantas berkeluh kesah tentang lelah dan bosannya menjadi IRT penuh waktu. Padahal mbak penyuka kupu ini sudah berkaris di perusahaan telekomunikasi sejak 2005 sampai 2016. 11 tahun, sejak eike masih unyu-unyu sekolah di SMP sampai punya buntut 1! Mbak Ning, begitu kami menyapanya dengan sangat akrab, mensiasati dengan me time untuk menjaga agar pikirannya tetap waras meski disibukkan dengan ecel precel kerumahtanggaan.
Apa saja me time ala kisekii? Mbak Ning yang  menjadi Blogger tamu bulan September di BloggerKAH , menulis tentang me time di blog pribadinya yang kece badai, www.kisekii.com

Pijat Cantik

Aromatherapy dari tempat spa memang  bikin pikiran fresh dan mengembalikan signal otak ke gelombang alfa yang akan berlanjut dengan ngantuk dan tidur. Hihihi. Bagi mbak Ning, pijat cantik adalah waktunya untuk bobo cantik setelah dipijat oleh mbak-mbak spa.
Aku, sih, juga butuh pijat. Meski nggak secanggih mbak Ning yang memilih pijat spa, aku memilih untuk pijat di tempat mbah-mbah pijat langganan. Emak-emak yang musti ngikuti kemana pun si K bergerak dengan lincah, wajib bin kudu pijat jika nggak mau pinggang kena encok. Lah, anaknya dikemanain? Abahnya dongs... Jadi, saat aku pijat di mbah-mbah, si K mainan sama Abahnya, rasaya surgaaa banget. Hitung-hitung we time-nya Abah dengan anak, agar chemistry keduanya terbentuk tanpa diganggu teriakan emaknya. Mhuahahah.

Movie Time

Jika pijat cantik adalah me time untuk merefresh badan dan otak, maka movie time adalah me time untuk merefresh mata dan otak, apalagi jika filmnya berbau Pranciss, girang bener deh mbak Ning ini. WeekendsMovie-nya kebanyakan adalah film-film berbau Pranciss, weleh-welehh...
Mbak Ning juga menulis review film yang beliau tonton saat movie time di blognya setiap weekend pada minggu kedua dan keempat. Hmm, sekali mendayung dua tiga pulauterlampaui. Sekali nonton film, update blog dan me time pun id dapat. Masih dapet senyum ganteng mas Pranciss lagi. Eh.

Rumpi Bareng Sohib

7dari 8 emak-emak pasti mengaminkan jika rumpi bareng sohib itu seru! Mhuahahah. Apalagi jika sohibnya dari jaman bahela, serasa kembali ke masa-masa tanpa beban. Tetapi hati-hati, jangan sampai rumpian membuat lupa tugas sebagai istri dan ibu. Salah-salah malah membat hubungan dengan suami dan anak runyam karena keasikan ngerumpi dari pagi sampai malam, melupakan suami yang belum makan, melupakan anak yang belum mandi... err, ini teh bukan me time namanya, tetapi cari perkara. :p

Simple yak me time ala mbak Ning. Nggak perlu mengharuskan diri meniti lembah menyebrang lautan, menghabiskan isi dompet suami hanya untuk perkara yang bernama me time. Kalau sampai menghabiskan isi dompet suami mah namanya kemaruk. Hahaha.
Oke well, yang mau nyimak review film sila mampir ke blog mbak Ning yang sudah mengantongi berbagai titel juara, dari juara 1 foodbloggercomp, tiket gratis traveloka, de el el, de el el, yak. Yang mau ngintip curhatan mbak Ning tentang bebauan Pranciss juga sila kepoin blognya mbak yang tetep imut ini. Emak K yang secara usia lebih muda saja kalah imut. Huhuhu. *nangis di pojokan*

Okehh, bonjour, mbak Ning. Semoga kita diberi kesempatan untuk menjelajah Paris dan segala tentangnya yaaa. ((((Kita)))). Sudah, deh, tulis Amiin di komentar, siapa tahu malaikat lewat dan mengaminkan. :p


Read More...